Rabu, 04 September 2019

Matrikulasi hari ke-1


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,
Halo teman-teman, Selamat datang di blog pertama saya. Perkenalkan, nama saya Abdurrazak Syakir Muharam, Seorang mahasiswa dari salah satu kampus bisnis islami di daerah Jakarta selatan. Tujuan saya membuat blog ini adalah untuk menyelesaikan tugas dari kampus, hehe. InshaAllah jika ada kisah” menarik dalam perjalanan saya, maka akan saya tulis di blog ini. Langsung saja yuk kita menuju cerita utama dari blog ini.

                Ya, sesuai dengan judul dari blog ini, saya akan menceritakan bagaimana serunya hari pertama saya kuliah di kampus Umar Usman yang terletak di daerah Pasar Minggu. Begitu masuk ke kampus, saya langsung membuat antrian untuk di cek kelengkapan attribut serta kerapihan rambut, yang diperiksa oleh salah satu kakak fasil yang biasa dipanggil Mr. Akshan . Karena pada saat itu rambutku masih pendek dan attribut lengkap, jadi dibolehkan untuk masuk kedalam barisan. Walaupun banyak juga sih yang tertahan Karena rambut yang belum rapih dan atribut yang tidak lengkap. Setelah itu kami berbaris untuk morning briefing dan meneriakkan yel-yel Umar Usman dan juga yel-yel untuk membuat para peserta matrikulasi bersemangat mengikuti kegiatan pada pagi hari itu.



                Saat tiba didalam ruangan aula, kami diberi kesempatan untuk mendapatkan sebuah materi yang sangat penting bagi seorang calon pengusaha, yang disampaikan oleh salah satu founder dari Kampus Bisnis Umar Usman yaitu Ipho Santosa. Beliau adalah sesosok pengusaha sukses. Beliau memiliki cita-cita untuk membangun ekonomi masyarakat Indonesia, terutama warga muslim untuk mengikuti salah satu ajaran dari Rasulullah SAW yakni berniaga. Tidak hanya Rasulullah SAW yang berniaga untuk memenuhi kebutuhan sehari harinya, bahkan hampir semua sahabat nabi juga berdagang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satu kata-kata yang mas Ippho Santosa berikan dan sangat berbekas di pikiran saya adalah “Jangan mau jadi orang Islam yang dhuafa, sehingga menjadi beban di masyarakat sekitar. Jadilah seorang muslim yang kaya raya sehingga dapat menolong orang-orang disekitar.”. Kurang lebih seperti itu kutipannya.
Sekian blog saya kali ini, sampai jumpa di postingan blog berikutnya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Jakarta, Senin 2 September 2019.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar